Sebagai kota otonom, Depok, Jawa Barat, juga memiliki tempat pariwisata budaya. Beberapa bangunan bersejarah Depok tersebar di berbagai titik kecamatan di Depok. Keberadaan bangunan sejarah mempertegas adanya akar berdirinya Kota Depok. Seperti Sumur Tujuh yang terletak di Beji, atau Gedung Baer (saat ini masuk dalam kawasan sebuah mal di jalan Margonda Raya), yang merupakan salah satu bangunan sejarah yang dahulu milik seorang juragan tanah di Pondok Cina, Depok.\r\n\r\nSelain itu, terdapat pula tempat bersejarah Cornelis Chastelein, seperti Istana Presiden Depok jaman Belanda yang sekarang menjadi Rumah Sakit Harapan di Kecamatan Pancoran Mas. Rintis Yanto, Ketua DPRD Kota Depok Jawa Barat mengusulkan sepanjang Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Depok atau lebih dikenal dengan nama Depok Lama menjadi cagar budaya. Sebab, selain Rumah Sakit Harapan yang dulu merupakan tempat tinggal Chastelin, masih ada banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu sejarah Depok yang hingga kini masih terjaga keberadaannya. “Kawasan Depok lama sudah bisa dijadikan kawasan Cagar Budaya Depok, seperti di Condet, yang menjadi Kawasan Cagar Budaya Betawi. Kita akan usulkan kawasan tersebut untuk jadi kawasan cagar budaya dengan membuat Perda-nya,” tutur Rintis saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPRD Depok Kota Kembang beberapa waktu lalu.\r\n\r\nRintis menuturkan, kawasan Depok Lama diyakini mempunyai hubungan historis antara masyarakat Depok dengan Negara Belanda. Terbukti, setiap tahun, sejumlah wisatawan asing dari Belanda berkunjung ke kawasan tersebut untuk sekadar bernostalgia dengan kehidupan orang tua semasa berada di Indonesia. Bahkan, imbuhnya, sebagian dari turis tersebut berziarah ke makam leluhur mereka di TPU Kamboja di belakang Rumah Sakit Hermina. “Harusnya jika itu dikelola dengan baik, bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita dari sektor devisa. Misalnya dengan membuat home stay di sana. Sayangnya hingga kini pemkot belum memperhatikannya,” imbuhnya. Ironisnya, kondisi Istana Chastelin yang kini menjadi RS Harapan Depok, tampaknya kurang terawat.\r\n\r\nSelain itu, lanjutnya, dengan pengembangan kawasan Depok Lama, sebagai kawasan cagar budaya, dapat membuka peluang kerjasama. Khususnya, antara Pemkot Depok dengan pemerintah Belanda dalam sektor pariwisata dan budaya. Sebab, setiap tahun, secara berkala sejumlah warga keturunan Belanda di kawasan Depok Lama, disekolahkan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Belanda untuk bersekolah di Belanda. “Mereka masih memiliki hubungan historis dengan Belanda. Harusnya ini dimanfaatkan untuk menjalin hubungan bilateral. Selama ini kan hubungannya dijalin langsung oleh warga, tanpa campur tangan pemerintah,” tegasnya.\r\n\r\nDitemui terpisah, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pemkot kota Depok tidak memiliki kewenangan untuk menentukan suatu kawasan sebagai situs atau cagar budaya. Menurutnya, penentuan kawasan tersebut ditetapkan oleh pemerintah pusat dan harus melalui kajian dari badan purbakala, untuk menentukan nilai historisnya. “Kita tidak bisa menentukannya, tanya ke badan purbakala,” ujar Nurmahmudi.\r\n\r\nKini, Dinas Pariwisata Kota Depok tengah menginventarisasi situs dan tempat yang merupakan potensi menjadi cagar budaya. Selain memperkaya tempat sejarah bagi generasi penerus, hal itu dapat meningkatkan PAD. Salah satu tempat yang dimasukkan ke dalam data Dinas Pariwisata adalah Istana Presiden Depok yang kini bangunan tersebut menjadi Rumah Sakit Harapan, Pancoran Mas, Depok. Namun, data tersebut nantinya masih akan dibicarakan terlebih dahulu bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk penetapan sebagai cagar budaya. Baiklah, kita tunggu kabar baiknya, pak!\r\n\r\n \r\n\r\nRetno Yulianti\r\n\r\nFoto: DD





