Video mesum yang diduga dilakukan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, Caroline Margareth Natasha, membuat geger seluruh masyarakat Indonesia. Badan Kehormatan DPR pun langsung menyelidiki kebenaran video itu. Terkait masalah itu, Anggota DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono, menyesalkan perbuatan itu jika memang benar pemeran dari video itu adalah anggota DPR RI.\r\n\r\nImam mengatakan, seharusnya perbuatan itu tidak boleh dilakukan oleh siapa pun terlebih pejabat publik. Badan Kehormatan (BK), lanjutnya, harus segera memanggil dan menanyakan kebenarannya langsung kepada yang bersangkutan.\r\n\r\n“Mereka yang diduga ada dalam video itu juga harus segera angkat bicara dan mengklarifikasi semuanya agar lebih jelas,” katanya saat dihubungi depoklik.com, Rabu (25/4).\r\n\r\nTerkait semakin maraknya video atau foto syur yang diperankan oleh anggota DPR, Anggota daro Fraksi PKS ini mengatakan, harus segera dilakukan secara multidimensi. Pentingnya pendidikan moral dan agama sejak dini dapat mengurangi dampak di masa depan.\r\n\r\n“Salah satunya dengan menambah kurikulum yang berkaitan dengan moral dan agama,” lanjutnya.\r\n\r\nIman berharap, ke depan akan ada undang-undang khusus yang mengatur tentang masalah ini agar pelakunya jera dan tidak ada lagi yang melakukan hal seperti itu. “Jika itu memang masuk ke ranah pidana ya harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku atau dengan denda dengan jumlah besar,” katanya.\r\n\r\nSelain itu, tutur Imam, sangki moral dari masyarakat pasti akan diterima oleh para pelakunya. “Dampaknya pun tidak hanya pada pelaku tapi juga pada partai tempat pelaku bernaung,” tandasnya.\r\n\r\nDN\r\n\r\nFoto: ist.





