drupal statistics
Diterbitkan pada: Thu, Apr 11th, 2013

Kasus Penggelapan Tanah

LSM Minta Kasus Agus Diusut Tuntas, Nur Mahmudi Disinyalir Terlibat

ilustrasi – ist.

Penahanan Pejabat di lingkungan Pemkot Depok, Agus Gunanto yang tercatat aktif sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), menjadi buah bibir hangat belakangan ini. LSM Kapok angkat bicara, meminta agar Polda mengusut tuntas kasusnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang concern dengan pemberantasan korupsi ini menegaskan, bahwa pihaknya akan konsisten mengawal kasus tersebut untuk penegakan supremasi hukum.

Salah satu LSM di Depok ini mengaku, berdasarkan informasi yang didapatkan, ditengarai ada dugaan aliran dana haram yang diselewengkan sang pejabat, mengalir ke Wali Kota Depok yang menjabat sekarang, Nur Mahmudi Ismail, untuk kepentingan Pilkada Depok tahun 2010 lalu.

Sebelumnya, Agus Gunanto, ditetapkan resmi menjadi tahanan kepolisian pada Selasa (02/04), terkait kasus penggelapan jual beli lahan kavling milik PT Pertamina, saat masih menjabat Camat Cimanggis.

Ketua LSM Kapok, Kasno mengatakan, pihaknya mendesak agar Polda Metro Jaya, tidak berhenti memproses kasus peggelapan lahan seluas sembilan hektar tersebut, dengan hanya menahan Agus Gunanto saja. Sebab, lanjutnya, berdasarkan laporan yang ia terima, terdapat aliran dana yang dinikmati juga oleh kelompok Nur Mahmudi untuk kepentingan logistik pencalonan pada Pilkada Depok 2010.

“Seret semua yang terlibat. Jangan sampai Agus Gunanto menjadi kambing hitam, atas permufakatan jahat tersebut,” tegasnya.

Kasno menambahkan, pihaknya akan turut membantu proses hukum Agus Gunanto, dengan mengumpulkan informasi dan mengumpulkan bukti bukti terkait kasus tersebut.

“Kami sudah komunikasi dengan Polda. Intinya, Depok harus bersih dan semua yang terkait kasus Agus Gunanto wajib diproses tanpa tebang pilih.” tutupnya.

Nur Mahmudi, yang disebut-sebut menerima fee Rp 1 Milyar dari penjualan tanah milik PT Pertamina melalui Agus, menolak tudingan tersebut. Saat dihubungi wartawan, Rabu (10/4) kemarin, Nur mengaku dirinya maupun tim suksesnya saat Pilkada, tidak pernah menerima uang itu.

“Kalau untuk dapat fee itu tidak benar. Biarkan saja nanti pengadilan yang membuktikan semua,” kilahnya.

Gatot Suherman

Tags